Recommended on Kompasiana
Termenung Ku Di Pangkuan Sang Malam, Rasa Sesal Dan Khayal Bercampur Menjadi Satu.
Ku Dengar Parau Teriakan Burung Malam Merintih, Seolah-Olah Menahan Rasa Sakit Yang Memendam Perih
Hati Ku Berkata :”Apakah Dia Merasakan Apa Yang Sedang Ku Rasa ?”
Tak Ku Dengar Lagi Suaranya, Mau Kemana Ia Pergi ? Sendirikah Ia ? Atau Bersama Temankah Ia Terbang Mengarungi Sang Malam ?
Apakah Telingaku Menjadi Tuli, Hingga Aku Tak Dapat Lagi Mendengar Serunya ?
Mungkin Sepertinya “Iya” Telingaku Serasa Menjadi Tuli,
Tuli Karena Ramainya Perbincangan Orang-Orang Yang Mengurusi Kehidupanku, Mengatur Arah Langkahku, Lalu Berceramah Tentang Masa Depan.
Aku Hanya Merunduk Terdiam Dan Tak Dapat Berkata-Kata, Bahkan Untuk Menatap Wajahnya Pun Aku Tak Sanggup, Apalagi Menatap Matanya, Aku Sungguh-Sungguh Tak Kuasa.
Bukankah Manusia Itu Tempatnya Salah Dan Dosa ?
Khilaf, Tersesat Dalam Rimba Yang Gelap, Dan Terjatuh Dalam Lubang Kenistaan.
Dikucilkan, Ditinggalkan, Bahkan Tak Lagi Dilihat, Seolah-Olah Telah Tiada.
Kesepian, Merupakan Kawan Yang Baik. Kesunyian Pun Merupakan Sahabat Yang Paling Baik. Mereka Selalu Hadir Di Tengah-Tengah Keramaian.
Apalah Arti Secuil Kebaikan Apabila Tak Mampu Diterima Hati.
Selalu Saja Dipandang Salah, Dianggap Sebagai Sebuah Tipu Daya Dengan Beragam Alasan.
Mungkin, Memang Benar Adanya, Bahwasanya Sekecil Apapun Keburukan, Maka Ia Akan Selalu Diingat Dari Pada Sebongkah Kebaikan.
Yaa TUHAN, Aku Berserah Dan Bersujud Kepada-Mu.
Aku Memohon Dan Meminta Pertolongan Dari-Mu, Sibak-kanlah Serta Sirna-kanlah Tirai Kelabu Yang Menyesakan Qolbu.
Yaa TUHAN, Tunjukanlah Aku Jalan Yang Lurus, Jalan Yang Engkau Ridhoi,
Berikanlah Aku Rahmat-Mu, Karena Aku Tak Ingin Kembali.
Yaa TUHAN, Turunkanlah Cahaya-Mu Untuk Menyinari Setiap Langkah-Langkahku.
Terangilah Jalanku Yang Terlihat Kelam Dan Gelap. Seperti Halnya Engkau Telah Memberikan Cahaya Terang Kepada Sang Surya Dan Sang Penghias Malam.
Yaa TUHAN Semesta Alam, Sang Maha Pencipta Kehidupan. Hanya Engkaulah Yang Maha Kuasa Untuk Membolak Balikan Hati Ini. Dan Engkau Jualah Yang Maha Mengetahui Semua Perbuatan Dan Keinginan Dari Relung Hati Ini.
Yaa TUHAN Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang. Engkaulah Yang Maha Agung Serta Maha Mendengar Dari Setiap Doa-doa Dan Keluh Kesah Kami, Engkaulah Peng-Qobul Asa Dan Pemberi Nikmat Yang Tidak Pernah Ingkar Ataupun Dusta.
Yaa TUHAN, Engkaulah Yang Maha Pemaaf Dan Maha Pengampun, Maafkanlah Segala Kesalahan Dan Khilaf Yang Pernah Kami Lakukan, Serta Ampunkanlah Kami Dari Dosa-Dosa Yang Tercela.
Engkaulah Pemberi Rizki Yang Tiada Tara. Engkaulah Sang Maha Pengatur Kehidupan, Dan Engkau Jualah Sang Penentu Takdir Manusia.
Dibalik Kebimbangan Ku Sebut Nama-Mu, Dalam Diamku, Ku Sebut Nama-Mu, Dan Dari Dalam Lubuk Hatiku, Ku Berdoa Kepada-Mu. Karena Engkaulah Yang Maha Mendengar Segala Ucapan Tanpa Adanya Suara.
blogpekick.blogspot.com 5/06/2017 12:51:00 pm New Google SEO Bandung, Indonesia
Termenung Ku Di Pangkuan Sang Malam, Rasa Sesal Dan Khayal Bercampur Menjadi Satu.
Ku Dengar Parau Teriakan Burung Malam Merintih, Seolah-Olah Menahan Rasa Sakit Yang Memendam Perih
Hati Ku Berkata :”Apakah Dia Merasakan Apa Yang Sedang Ku Rasa ?”
Tak Ku Dengar Lagi Suaranya, Mau Kemana Ia Pergi ? Sendirikah Ia ? Atau Bersama Temankah Ia Terbang Mengarungi Sang Malam ?
Apakah Telingaku Menjadi Tuli, Hingga Aku Tak Dapat Lagi Mendengar Serunya ?
Mungkin Sepertinya “Iya” Telingaku Serasa Menjadi Tuli,
Tuli Karena Ramainya Perbincangan Orang-Orang Yang Mengurusi Kehidupanku, Mengatur Arah Langkahku, Lalu Berceramah Tentang Masa Depan.
Aku Hanya Merunduk Terdiam Dan Tak Dapat Berkata-Kata, Bahkan Untuk Menatap Wajahnya Pun Aku Tak Sanggup, Apalagi Menatap Matanya, Aku Sungguh-Sungguh Tak Kuasa.
Bukankah Manusia Itu Tempatnya Salah Dan Dosa ?
Khilaf, Tersesat Dalam Rimba Yang Gelap, Dan Terjatuh Dalam Lubang Kenistaan.
Dikucilkan, Ditinggalkan, Bahkan Tak Lagi Dilihat, Seolah-Olah Telah Tiada.
Kesepian, Merupakan Kawan Yang Baik. Kesunyian Pun Merupakan Sahabat Yang Paling Baik. Mereka Selalu Hadir Di Tengah-Tengah Keramaian.
Apalah Arti Secuil Kebaikan Apabila Tak Mampu Diterima Hati.
Selalu Saja Dipandang Salah, Dianggap Sebagai Sebuah Tipu Daya Dengan Beragam Alasan.
Mungkin, Memang Benar Adanya, Bahwasanya Sekecil Apapun Keburukan, Maka Ia Akan Selalu Diingat Dari Pada Sebongkah Kebaikan.
Yaa TUHAN, Aku Berserah Dan Bersujud Kepada-Mu.
Aku Memohon Dan Meminta Pertolongan Dari-Mu, Sibak-kanlah Serta Sirna-kanlah Tirai Kelabu Yang Menyesakan Qolbu.
Yaa TUHAN, Tunjukanlah Aku Jalan Yang Lurus, Jalan Yang Engkau Ridhoi,
Berikanlah Aku Rahmat-Mu, Karena Aku Tak Ingin Kembali.
Yaa TUHAN, Turunkanlah Cahaya-Mu Untuk Menyinari Setiap Langkah-Langkahku.
Terangilah Jalanku Yang Terlihat Kelam Dan Gelap. Seperti Halnya Engkau Telah Memberikan Cahaya Terang Kepada Sang Surya Dan Sang Penghias Malam.
Yaa TUHAN Semesta Alam, Sang Maha Pencipta Kehidupan. Hanya Engkaulah Yang Maha Kuasa Untuk Membolak Balikan Hati Ini. Dan Engkau Jualah Yang Maha Mengetahui Semua Perbuatan Dan Keinginan Dari Relung Hati Ini.
Yaa TUHAN Yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang. Engkaulah Yang Maha Agung Serta Maha Mendengar Dari Setiap Doa-doa Dan Keluh Kesah Kami, Engkaulah Peng-Qobul Asa Dan Pemberi Nikmat Yang Tidak Pernah Ingkar Ataupun Dusta.
Yaa TUHAN, Engkaulah Yang Maha Pemaaf Dan Maha Pengampun, Maafkanlah Segala Kesalahan Dan Khilaf Yang Pernah Kami Lakukan, Serta Ampunkanlah Kami Dari Dosa-Dosa Yang Tercela.
Engkaulah Pemberi Rizki Yang Tiada Tara. Engkaulah Sang Maha Pengatur Kehidupan, Dan Engkau Jualah Sang Penentu Takdir Manusia.
Dibalik Kebimbangan Ku Sebut Nama-Mu, Dalam Diamku, Ku Sebut Nama-Mu, Dan Dari Dalam Lubuk Hatiku, Ku Berdoa Kepada-Mu. Karena Engkaulah Yang Maha Mendengar Segala Ucapan Tanpa Adanya Suara.
blogpekick.blogspot.com 5/06/2017 12:51:00 pm New Google SEO Bandung, Indonesia
Silahkan baca selengkapnya di-> Kompasiana
Sepi, adalah bagian dari jiwaku dan juga bagian dari mereka yang perasa.
Sepi menyeruak ketika aku tampak berdiri seorang diri seperti berada ditengah-tengah luasnya gurun pasir.
Sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan pasir dan gunung-gunung kuning tanpa dihiasi pohon-pohon hijau.
Oh aku bagaikan manusia yang terasing dari keramaian.
Dari kejauhan ku dengar desiran angin yang bernyanyi lirih,
Lalu ia mulai mendekat dan menghempaskan ribuan butir-butir pasir menutup jendela penglihatan.
Perih, Pedih itulah yang terasa, ketika tangan ini tak sempat membentengi terjangannya,
Bak orang-orang yang memandang dengan sebelah mata, tak berarti bahkan tak berguna.
Hampa, adalah bagian dari hatiku dan juga bagian dari hati mereka yang merasa.
Ketika ketentraman dan kedamaian tak lagi dapat dirasa, jauh pergi meninggalkan setiap keinginan,
Lalu memudarkan secercah harapan yang tersisa bak melintasi mulut gua yang gelap gulita.
Yang terdegar hanyalah suara tetesan air yang terjatuh menghujam bebatuan dari langit-langit yang bersarangkan binatang malam.
Aku ingin mengusir sepi agar ia tak singgah kembali,
Tapi aku tak punya daya kekuatan untuk melakukannya seolah-olah ia lebih perkasa dari kehendakku.
Apakah benar hati dan pikiran itu selalu bertarung ? apakah mereka selalu bertentangan ?
Mungkinkah karena itu, sehingga sepi dapat menelusup masuk diantara celah-celah keduanya kemudian menghasut dari salah satu diantara mereka ?
Dan aku jua masih tak mengerti tentang kehadirannya,
Tiba-tiba ia datang begitu saja tanpa pernah disadari.
Dikala aku sedang merasa senang, ia datang tanpa permisi dalam waktu yang begitu cepat,
Sehingga dapat membuat pikiranku terpecah belah dari suasana hati yang riang.
Mungkinkah dari sebait kata dapat menghadirkan sepi ?
Ataukah karena rasa hati yang bosan sehingga ia terasa terpanggil kemudian hadir ?
Aku tak tahu cara untuk memadukan keduanya antara hati dan pikiran.
Aku tak mengerti menyelaraskannya dan aku pun tak mampu mendamaikannya.
Bila sepi itu datang kemudian hampa ikut merasuk,
Semua yang ku lakukan seakan-akan tiada berguna lagi, sia-sia semuanya.
Kecewa, amarah menghiasi dinding hati, pikiran tak lagi terang, suram dibuatnya.
Badan seakan lumpuh, terdiam terpaku karenanya, kata-kata tak lagi bermakna.
Resah, gundah lalu bimbang.
Semestinya tiada kata terucap disaat begini.
blogpekick.blogspot.com 5/06/2017 12:46:00 pm New Google SEO Bandung, Indonesia
Sepi, adalah bagian dari jiwaku dan juga bagian dari mereka yang perasa.
Sepi menyeruak ketika aku tampak berdiri seorang diri seperti berada ditengah-tengah luasnya gurun pasir.
Sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan pasir dan gunung-gunung kuning tanpa dihiasi pohon-pohon hijau.
Oh aku bagaikan manusia yang terasing dari keramaian.
Dari kejauhan ku dengar desiran angin yang bernyanyi lirih,
Lalu ia mulai mendekat dan menghempaskan ribuan butir-butir pasir menutup jendela penglihatan.
Perih, Pedih itulah yang terasa, ketika tangan ini tak sempat membentengi terjangannya,
Bak orang-orang yang memandang dengan sebelah mata, tak berarti bahkan tak berguna.
Hampa, adalah bagian dari hatiku dan juga bagian dari hati mereka yang merasa.
Ketika ketentraman dan kedamaian tak lagi dapat dirasa, jauh pergi meninggalkan setiap keinginan,
Lalu memudarkan secercah harapan yang tersisa bak melintasi mulut gua yang gelap gulita.
Yang terdegar hanyalah suara tetesan air yang terjatuh menghujam bebatuan dari langit-langit yang bersarangkan binatang malam.
Aku ingin mengusir sepi agar ia tak singgah kembali,
Tapi aku tak punya daya kekuatan untuk melakukannya seolah-olah ia lebih perkasa dari kehendakku.
Apakah benar hati dan pikiran itu selalu bertarung ? apakah mereka selalu bertentangan ?
Mungkinkah karena itu, sehingga sepi dapat menelusup masuk diantara celah-celah keduanya kemudian menghasut dari salah satu diantara mereka ?
Dan aku jua masih tak mengerti tentang kehadirannya,
Tiba-tiba ia datang begitu saja tanpa pernah disadari.
Dikala aku sedang merasa senang, ia datang tanpa permisi dalam waktu yang begitu cepat,
Sehingga dapat membuat pikiranku terpecah belah dari suasana hati yang riang.
Mungkinkah dari sebait kata dapat menghadirkan sepi ?
Ataukah karena rasa hati yang bosan sehingga ia terasa terpanggil kemudian hadir ?
Aku tak tahu cara untuk memadukan keduanya antara hati dan pikiran.
Aku tak mengerti menyelaraskannya dan aku pun tak mampu mendamaikannya.
Bila sepi itu datang kemudian hampa ikut merasuk,
Semua yang ku lakukan seakan-akan tiada berguna lagi, sia-sia semuanya.
Kecewa, amarah menghiasi dinding hati, pikiran tak lagi terang, suram dibuatnya.
Badan seakan lumpuh, terdiam terpaku karenanya, kata-kata tak lagi bermakna.
Resah, gundah lalu bimbang.
Semestinya tiada kata terucap disaat begini.
blogpekick.blogspot.com 5/06/2017 12:46:00 pm New Google SEO Bandung, Indonesia
Jalāl ad-Dīn Muhammad Balkhī atau Jalāl ad-Dīn Muhammad Rūmī atau sering pula disebut dengan nama Jalaludin Rumi
adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan)
pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September
1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Abu Bakar, bernama Bahauddin
Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi
seorang cendekia yang saleh, ia mampu berpandangan ke depan, seorang
guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia 3 tahun karena adanya
bentrok di kerajaan maka keluarganya meninggalkan Balkh menuju Khorasan.
Dari sana Rumi dibawa pindah ke Nishapur, tempat kelahiran penyair dan
ahli matematika Omar Khayyam. Di kota ini Rumi bertemu dengan Attar yang
meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan
menyalakan api gairah Ketuhanan. (Sumber: Wikipedia)
Cinta
Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,
Saya mencintainya dan Saya mengaguminya,
Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya.
Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya,
Kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai,
Dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.
Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta
yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan
dia dan mereka adalah dia.Ini adalah sebuah rahasia
Jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.
Cinta, Lautan Tak Bertepi
Cinta adalah lautan tak bertepi
langit hanyalah serpihan buih belaka.
Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta
Andai tak ada Cinta, Dunia akan membeku.
Bila bukan karena Cinta,
Bagaimana sesuatu yang organik berubah menjadi tumbuhan?
Bagaimana tumbuhan akan mengorbankan diri demi memperoleh ruh (hewani)?
Bagaimana ruh (hewani) akan mengorbankan diri demi nafas (Ruh) yang menghamili Maryam?
Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju
Tidak dapat terbang serta mencari padang ilalang bagai belalang.
Setiap atom jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna
Dan naik ke atas laksana tunas.
Cita-cita mereka yang tak terdengar, sesungguhnya, adalah
lagu pujian Keagungan pada Tuhan.
Kerana Cinta
Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
Jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan
Kearifan Cinta
Cinta yang dibangkitkan
oleh khayalan yang salah
dan tidak pada tempatnya
bisa saja menghantarkannya
pada keadaan ekstasi.
Namun kenikmatan itu,
jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya
kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang
Perih Cinta
Perih Cinta inilah yang membuka tabir hasrat pencinta:
Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini.
Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah, isyarat
Dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi.
Apakah dari jamur langit ataupun jamur bumi,
Cintalah yang membimbing kita ke Sana pada akhirnya.
Akal ’kan sia-sia bahkan menggelepar ’tuk menerangkan Cinta,
Bagai keledai dalam lumpur: Cinta adalah sang penerang Cinta itu sendiri.
Bukankah matahari yang menyatakan dirinya matahari?
Perhatikanlah ia! Seluruh bukit yang kau cari ada di sana.
Pernyataan Cinta
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.
Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai
Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung Pada Hari Perhitungan nanti
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan di hadapan-Nya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit
dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari
Mereka merupakan bintang-bintang di langit
agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah
dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah pepohonan ini! Semuanya gembira
bagaikan sekumpulan kebahagiaan
Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan?
Sang lili berbisik pada kuncup: “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
adalah melalui Kerendahan Hati.
Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan:
“Bukankah Aku ini Rabb-mu?"
blogpekick.blogspot.com
4/23/2017 11:26:00 am
New Google SEO
Bandung, IndonesiaCinta
Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,
Saya mencintainya dan Saya mengaguminya,
Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya.
Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya,
Kekasih yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai,
Dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.
Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta
yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan
dia dan mereka adalah dia.Ini adalah sebuah rahasia
Jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.
Cinta, Lautan Tak Bertepi
Cinta adalah lautan tak bertepi
langit hanyalah serpihan buih belaka.
Ketahuilah langit berputar karena gelombang Cinta
Andai tak ada Cinta, Dunia akan membeku.
Bila bukan karena Cinta,
Bagaimana sesuatu yang organik berubah menjadi tumbuhan?
Bagaimana tumbuhan akan mengorbankan diri demi memperoleh ruh (hewani)?
Bagaimana ruh (hewani) akan mengorbankan diri demi nafas (Ruh) yang menghamili Maryam?
Semua itu akan menjadi beku dan kaku bagai salju
Tidak dapat terbang serta mencari padang ilalang bagai belalang.
Setiap atom jatuh cinta pada Yang Maha Sempurna
Dan naik ke atas laksana tunas.
Cita-cita mereka yang tak terdengar, sesungguhnya, adalah
lagu pujian Keagungan pada Tuhan.
Kerana Cinta
Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
Jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan
Kearifan Cinta
Cinta yang dibangkitkan
oleh khayalan yang salah
dan tidak pada tempatnya
bisa saja menghantarkannya
pada keadaan ekstasi.
Namun kenikmatan itu,
jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya
kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang
Perih Cinta
Perih Cinta inilah yang membuka tabir hasrat pencinta:
Tiada penyakit yang dapat menyamai dukacita hati ini.
Cinta adalah sebuah penyakit karena berpisah, isyarat
Dan astrolabium rahasia-rahasia Ilahi.
Apakah dari jamur langit ataupun jamur bumi,
Cintalah yang membimbing kita ke Sana pada akhirnya.
Akal ’kan sia-sia bahkan menggelepar ’tuk menerangkan Cinta,
Bagai keledai dalam lumpur: Cinta adalah sang penerang Cinta itu sendiri.
Bukankah matahari yang menyatakan dirinya matahari?
Perhatikanlah ia! Seluruh bukit yang kau cari ada di sana.
Pernyataan Cinta
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.
Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai
Jika engkau bukan seorang pencinta,
maka jangan pandang hidupmu adalah hidup
Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan
dihitung Pada Hari Perhitungan nanti
Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta,
akan menjelma menjadi wajah yang memalukan di hadapan-Nya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit
dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari
Mereka merupakan bintang-bintang di langit
agama yang dikirim dari langit ke bumi
Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah
dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting
dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan
Lihatlah pepohonan ini! Semuanya gembira
bagaikan sekumpulan kebahagiaan
Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan?
Sang lili berbisik pada kuncup: “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati
adalah melalui Kerendahan Hati.
Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan:
“Bukankah Aku ini Rabb-mu?"
DERAI DERAI CEMARA
cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
1949 by chairil anwar
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku
1949 by chairil anwar
MALAM DI PEGUNUNGAN
Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
1947 by chairil anwar
HAMPA
kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
by chairil anwar
Dari Jauh
Dari jauh, aku memandangmu
Lewat semua mata hatiku
Dari jauh, aku mengagumimu
Lewat semua kisah tentangmu
Dari jauh, aku mengkhayalkanmu
Tanpa peduli kata hatiku
Dari jauh, aku larut dalam suka citamu
Bagai bertemu air jernih dipadang tandus
Dari jauh, aku hanyut dalam dukamu
Bagi tersesat dalam mimpi buruk
Dari jauh, kukirim do’a untukmu
Do’a tulus, do’a tak bersyarat
Dari jauh, kulukis engkau dalam tidurku
Lewat beragam bunga tidurku
Dari jauh, aku titipkan hatiku padamu
Agar kau senantiasa setia padaku
cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah
1949 by chairil anwar
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS
kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku
1949 by chairil anwar
MALAM DI PEGUNUNGAN
Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!
1947 by chairil anwar
HAMPA
kepada sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
by chairil anwar
Dari Jauh
Dari jauh, aku memandangmu
Lewat semua mata hatiku
Dari jauh, aku mengagumimu
Lewat semua kisah tentangmu
Dari jauh, aku mengkhayalkanmu
Tanpa peduli kata hatiku
Dari jauh, aku larut dalam suka citamu
Bagai bertemu air jernih dipadang tandus
Dari jauh, aku hanyut dalam dukamu
Bagi tersesat dalam mimpi buruk
Dari jauh, kukirim do’a untukmu
Do’a tulus, do’a tak bersyarat
Dari jauh, kulukis engkau dalam tidurku
Lewat beragam bunga tidurku
Dari jauh, aku titipkan hatiku padamu
Agar kau senantiasa setia padaku
Puisi-puisi "Kasih"••Jalaluddin Rumi••
Aku bukanlah orang Nasrani, Aku bukanlah orang Yahudi, Aku bukanlah orang
Majusi, dan Aku bukanlah orang Islam. Keluarlah, lampaui gagasan sempitmu
tentang benar dan salah. Sehingga kita dapat bertemu pada “Suatu Ruang Murni”
tanpa dibatasi berbagai prasangka atau pikiran yang gelisah.
Di dalam cahaya-Mu aku belajar mencintai. Di dalam keindahan-Mu aku belajar menulis puisi. Kau senantiasa menari di dalam hatiku, meski tak seorang pun melihat-Mu, dan terkadang aku pun ikut menari bersama-Mu. Dan “ Penglihatan Agung” inilah yang menjadi inti dari seniku.
Hakikat Yang Maha Pengasih hadir secara langsung laksana sinar matahari yang menerangi bumi. Namun, kasih-Nya tidaklah berasal dari berbagai bentuk yang ada di bumi. Kasih-Nya melampaui setiap bentuk yang ada di bumi, sebab bumi ini dan segala isinya tercipta sebagai perwujudan dari kasih-Nya.
Jika kau ingin melihat wajah-Nya, maka tengoklah pada wajah sahabatmu tercinta.
Sekian lama aku berteriak memanggil nama-Mu sambil terus-menerus mengetuk pintu rumah-Mu. Ketika pintu itu terbuka, aku pun terhenyak dan mulai menyadari sesungguhnya selama ini aku telah mengetuk pintu dari dalam rumahku sendiri.
Demi Allah, ketika kau melihat Jatidirimu sebagai Yang Maha Indah, maka kau pun akan menyembah dirimu sendiri.
Di mana saja kau berada, apa pun keadaanmu, cobalah selalu menjadi seorang pecinta yang senantiasa dimabuk oleh kasih-Nya. Sekali kau dikuasai oleh kasih-Nya, maka kau akan hidup menjadi seorang pecinta yang hidup bagaikan dalam pusara. Dan kau akan tetap hidup hingga hari kebangkitan itu tiba, lantas kau pun akan dibawa ke dalam surga dan hidup kekal selamanya. Namun, jika kau belum menjadi seorang pecinta, maka pada hari pembalasan seluruh pahalamu tidak akan dihitung.
Pada Hari Kebangkitan, orang-orang akan berjalan sempoyongan. Di depan-Mu, mereka akan menggigil dengan wajah pucat karena ketakutan. Maka, aku akan memeluk kasih-Mu dan berkata kepada mereka: “Mintalah apa pun; mintalah atas namaku.”
Ketika aku mati sebagai manusia, maka para malaikat akan datang dan mengajakku terbang ke langit tertinggi. Dan ketika aku mati sebagai malaikat, maka siapa yang akan mendatangiku? Kau tak akan pernah dapat membayangkannya!
Di dalam cahaya-Mu aku belajar mencintai. Di dalam keindahan-Mu aku belajar menulis puisi. Kau senantiasa menari di dalam hatiku, meski tak seorang pun melihat-Mu, dan terkadang aku pun ikut menari bersama-Mu. Dan “ Penglihatan Agung” inilah yang menjadi inti dari seniku.
Hakikat Yang Maha Pengasih hadir secara langsung laksana sinar matahari yang menerangi bumi. Namun, kasih-Nya tidaklah berasal dari berbagai bentuk yang ada di bumi. Kasih-Nya melampaui setiap bentuk yang ada di bumi, sebab bumi ini dan segala isinya tercipta sebagai perwujudan dari kasih-Nya.
Jika kau ingin melihat wajah-Nya, maka tengoklah pada wajah sahabatmu tercinta.
Sekian lama aku berteriak memanggil nama-Mu sambil terus-menerus mengetuk pintu rumah-Mu. Ketika pintu itu terbuka, aku pun terhenyak dan mulai menyadari sesungguhnya selama ini aku telah mengetuk pintu dari dalam rumahku sendiri.
Demi Allah, ketika kau melihat Jatidirimu sebagai Yang Maha Indah, maka kau pun akan menyembah dirimu sendiri.
Di mana saja kau berada, apa pun keadaanmu, cobalah selalu menjadi seorang pecinta yang senantiasa dimabuk oleh kasih-Nya. Sekali kau dikuasai oleh kasih-Nya, maka kau akan hidup menjadi seorang pecinta yang hidup bagaikan dalam pusara. Dan kau akan tetap hidup hingga hari kebangkitan itu tiba, lantas kau pun akan dibawa ke dalam surga dan hidup kekal selamanya. Namun, jika kau belum menjadi seorang pecinta, maka pada hari pembalasan seluruh pahalamu tidak akan dihitung.
Pada Hari Kebangkitan, orang-orang akan berjalan sempoyongan. Di depan-Mu, mereka akan menggigil dengan wajah pucat karena ketakutan. Maka, aku akan memeluk kasih-Mu dan berkata kepada mereka: “Mintalah apa pun; mintalah atas namaku.”
Ketika aku mati sebagai manusia, maka para malaikat akan datang dan mengajakku terbang ke langit tertinggi. Dan ketika aku mati sebagai malaikat, maka siapa yang akan mendatangiku? Kau tak akan pernah dapat membayangkannya!
Hari ini, seperti hari lainnya, kita terjaga dengan perasaan hampa dan
ketakutan. Namun, janganlah tergesa melarikan diri dari kenyataan pahit ini
dengan pergi berdoa atau membaca kitab suci. Lepaskan semua tindakan mekanis
yang berasal ketaksadaran diri. Biarkan keindahan Sang Kekasih menjelma dalam
setiap tindakan kita. Ada beratus jalan untuk berlutut dan bersujud kepada-Nya.
Diamlah! Cinta adalah sebutir permata yang tak bisa kaulemparkan sembarangan seperti sebutir batu.
“Mintalah sesuatu kepada-Ku,” begitu Kau berkata suatu ketika. Aku tertawa dan berkata: “Aku telah cukup bersama-Mu. Tanpa kehadiran-Mu, seluruh dunia ini hanyalah sebatang kayu yang mengapung dan terombang-ambing di samudera-Mu.”
Yakinlah, di Jalan-Cinta itu: Tuhan akan selalu bersama-Mu.
Tak ada pilihan lain bagi jiwa, selain untuk mengasihi. Namun, pertama kali jiwa harus merangkak dan merayap di antara kaki para pecinta. Hanya para pecinta yang dapat lepas dari perangkap dunia dan akhirat. Hanya hati yang dipenuhi dengan cinta yang dapat menjangkau langit tertinggi. Bunga mawar kemuliaan hanya dapat bersemi di dalam hati para pecinta.
Segalanya yang kau lihat mempunyai akarnya di dalam dunia yang tak terlihat. Bentuk akan berubah, namun intisarinya tetaplah sama.
Ketika sedih, aku bersinar bagaikan bintang pagi. Ketika patah hati, hakekatku justru tersingkap sendiri. Ketika aku diam dan tenang seperti bumi, tangisku bagaikan guntur yang menggigilkan surga di langit tertinggi.
Hati manusia selalu terbuka dan dapat menerima segalanya: semua yang baik dan buruk menjadi bagian dari Sufi.
Aku kehilangan duniaku, ketenaranku, dan pikiranku. Ketika matahari terbit, maka semua bayang-bayang lenyap. Aku berlari mendahului bayang-bayang tubuhku yang lenyap saat aku berlari. Namun, cahaya matahari itu berlari mendahuluiku dan memburuku, hingga aku pun terjatuh dan bersujud pasrah ditelan samudera kilau-Nya yang mempesona.
Aku ingin melihat wajah-Mu pada sebatang pohon, pada matahari pagi, dan pada langit yang tanpa warna.
Karena Cinta segalanya menjadi ada. Dan hanya karena Cinta pula, maka ketiadaan nampak sebagai keberadaan.
Badan ini hanyalah suatu cermin surga. Energinya membuat para malaikat cemburu. Kemurniannya membuat malaikat Seraphim terkejut. Dan Iblis yang berdiam di urat-urat syarafmu pun menggigil takut.
Kau lebih mahal dibanding surga dan bumi. Apa yang bisa kukatakan lagi? Kau tak mengetahui bahwa selama ini segala yang berharga telah menjadi milikmu. Janganlah menjual dirimu dengan harga murah, sesungguhnya dirimu sangatlah mahal di mata Tuhan.
Cintaku pada-Nya adalah hakikat jiwaku. Hidupku adalah gelora yang selalu merindukan-Nya. Aku hidup seperti seorang gipsi pengembara, aku tak pernah menetap di tempat yang sama, namun setiap malam aku selalu bernyanyi dan menari ditemani bintang-bintang di bawah langit yang sama.
Kematianku adalah perkawinanku dengan keabadian.
Meski aku terbakar habis, namun aku tetap tertawa, karena abuku masih tetap hidup! Aku telah mati ribuan kali: namun abuku selalu menari dan lahir kembali dengan ribuan wajah baru.
Di gurun pasir tanpa batas, aku kehilangan jiwaku, dan menemukan bunga mawar ini.
Aku telah melihat wajah mulia Sang Raja. Dia adalah mata dan matahari surga. Dia adalah teman seperjalanan dan penyembuh semua mahluk. Dia adalah jiwa dan alam semesta yang melahirkan jiwa-jiwa. Dia menganugerahkan kebijaksanaan pada kebijaksanaan, kemurnian pada kemurnian. Dia adalah tikar sembahyang bagi jiwa orang-orang suci. Setiap atom di tubuhku berlompatan sambil menangis dan berkata: “Terpujilah Tuhan.”
Apapun juga yang mereka katakan atau pikirkan, aku tetap ada di dalam Kau, karena aku adalah Kau. Tak seorang pun dapat memahami hal ini, sampai ia mampu melampaui pikirannya.
Jika kau dapat bertemu dengan Jatidirimu meski hanya sekali, maka rahasia dari segala rahasia akan terbuka bagimu. Wajah dari Yang Maha Tersembunyi, yang ada di luar alam semesta ini, akan nampak pada cermin persepsimu.
Setiap penglihatan tentang keindahan akan lenyap. Setiap perkataan yang manis akan memudar. Namun, janganlah kau berputus asa, karena mereka semua datang dari sumber yang sama, dari Keabadian. Masukilah Keabadian itu, maka kau akan melihat segala sesuatu tumbuh dan berkembang, memberi hidup baru dan kegembiraan baru bagimu.
Ayat-ayat Tuhan itu tersimpan di hati langit yang paling rahasia. Suatu hari, seperti hujan, ayat-ayat Tuhan itu akan jatuh dan menyebar, sehingga misteri Keilahian akan tumbuh menghijau di seluruh dunia.
Jika kau berputar mengelilingi matahari, maka kau pun akan menjadi matahari. Jika kau berputar mengelilingi seorang Guru, maka kau pun akan bersatu dengan-Nya. Kau akan menjadi sebutir permata, jika kau menari mengelilingi-Ku. Dan kau akan berkelip seperti emas, jika kau menari mengelilingi-Nya.
Kau hanya memerlukan aroma anggur, karena makrifat akan menyala dengan sendirinya dari kesunyian hatimu setelah mencium aroma anggur itu, seperti juga nyala api akan tersilap dan berkobar dari aroma anggur! Bayangkan jika kau adalah anggur itu sendiri.
Sufi adalah seorang lelaki atau seorang perempuan yang telah patah hati terhadap dunia.
Kekasih, beri aku kesempatan untuk selalu mengetahui bagaimana cara menyambut-Mu, dan sulutkanlah obor di tangan-Mu agar membakar habis rumah ke-ego-an di dalam diriku.
Sembunyikan rahasia-Ku di dalam harta karun jiwamu. Sembunyikan perasaan ekstase itu di dalam dirimu. Jika kau menemukan Aku, maka sembunyikan Aku di dalam hatimu. Sadarilah kemabukan ini sebagai Kebenaran Mutlak!
Ingatlah bahwa Nabi Muhammad pernah berkata: “Satu penglihatan tentang-Nya adalah suatu berkah yang tak terhingga.” Setiap daun dari suatu pohon membawa suatu firman dari dunia yang tak terlihat. Lihatlah, tiap-tiap daun yang jatuh ke tanah sebagai suatu berkah dari-Nya. Segala sesuatu di alam ini senantiasa menari dalam harmoni, bernyanyi tanpa lidah, dan mendengar tanpa telinga, ya, semua itu adalah berkah yang tak terhingga dari-Nya.
Isi aku dengan anggur dari sunyi-Mu, biarkan anggur itu merendam pori-poriku, hingga Keindahan dari Yang Maha Agung akan terungkap bagiku. Inilah arti berkah bagiku!
Jika kau mendefinisikan dan membatasi “Aku” dengan berbagai konsepmu, maka kau akan kelaparan dengan dirimu sendiri. Lalu “Aku” pun akan jatuh ke dalam suatu kotak yang terbuat dari kata-kata, dan kotak itu adalah peti mayatmu sendiri.
Aku tidak tahu siapa sebenarnya “Aku”. Tetapi, ketika aku berjalan ke dalam diriku sendiri, maka aku pun terkejut: ternyata “Aku” adalah suara milik-Mu, gema yang terpantul dari “Dinding-Keilahian”.
Jatidiri kita adalah Cahaya. Cinta-Ilahi adalah Matahari-Keagungan. Sinar-Nya adalah firman. Dan mahluk adalah bayang-bayang-Nya.
Perkecillah dirimu, maka kau akan tumbuh lebih besar dari dunia. Tiadakan dirimu, maka Jatidirimu akan terungkap tanpa kata-kata.
Diamlah! Cinta adalah sebutir permata yang tak bisa kaulemparkan sembarangan seperti sebutir batu.
“Mintalah sesuatu kepada-Ku,” begitu Kau berkata suatu ketika. Aku tertawa dan berkata: “Aku telah cukup bersama-Mu. Tanpa kehadiran-Mu, seluruh dunia ini hanyalah sebatang kayu yang mengapung dan terombang-ambing di samudera-Mu.”
Yakinlah, di Jalan-Cinta itu: Tuhan akan selalu bersama-Mu.
Tak ada pilihan lain bagi jiwa, selain untuk mengasihi. Namun, pertama kali jiwa harus merangkak dan merayap di antara kaki para pecinta. Hanya para pecinta yang dapat lepas dari perangkap dunia dan akhirat. Hanya hati yang dipenuhi dengan cinta yang dapat menjangkau langit tertinggi. Bunga mawar kemuliaan hanya dapat bersemi di dalam hati para pecinta.
Segalanya yang kau lihat mempunyai akarnya di dalam dunia yang tak terlihat. Bentuk akan berubah, namun intisarinya tetaplah sama.
Ketika sedih, aku bersinar bagaikan bintang pagi. Ketika patah hati, hakekatku justru tersingkap sendiri. Ketika aku diam dan tenang seperti bumi, tangisku bagaikan guntur yang menggigilkan surga di langit tertinggi.
Hati manusia selalu terbuka dan dapat menerima segalanya: semua yang baik dan buruk menjadi bagian dari Sufi.
Aku kehilangan duniaku, ketenaranku, dan pikiranku. Ketika matahari terbit, maka semua bayang-bayang lenyap. Aku berlari mendahului bayang-bayang tubuhku yang lenyap saat aku berlari. Namun, cahaya matahari itu berlari mendahuluiku dan memburuku, hingga aku pun terjatuh dan bersujud pasrah ditelan samudera kilau-Nya yang mempesona.
Aku ingin melihat wajah-Mu pada sebatang pohon, pada matahari pagi, dan pada langit yang tanpa warna.
Karena Cinta segalanya menjadi ada. Dan hanya karena Cinta pula, maka ketiadaan nampak sebagai keberadaan.
Badan ini hanyalah suatu cermin surga. Energinya membuat para malaikat cemburu. Kemurniannya membuat malaikat Seraphim terkejut. Dan Iblis yang berdiam di urat-urat syarafmu pun menggigil takut.
Kau lebih mahal dibanding surga dan bumi. Apa yang bisa kukatakan lagi? Kau tak mengetahui bahwa selama ini segala yang berharga telah menjadi milikmu. Janganlah menjual dirimu dengan harga murah, sesungguhnya dirimu sangatlah mahal di mata Tuhan.
Cintaku pada-Nya adalah hakikat jiwaku. Hidupku adalah gelora yang selalu merindukan-Nya. Aku hidup seperti seorang gipsi pengembara, aku tak pernah menetap di tempat yang sama, namun setiap malam aku selalu bernyanyi dan menari ditemani bintang-bintang di bawah langit yang sama.
Kematianku adalah perkawinanku dengan keabadian.
Meski aku terbakar habis, namun aku tetap tertawa, karena abuku masih tetap hidup! Aku telah mati ribuan kali: namun abuku selalu menari dan lahir kembali dengan ribuan wajah baru.
Di gurun pasir tanpa batas, aku kehilangan jiwaku, dan menemukan bunga mawar ini.
Aku telah melihat wajah mulia Sang Raja. Dia adalah mata dan matahari surga. Dia adalah teman seperjalanan dan penyembuh semua mahluk. Dia adalah jiwa dan alam semesta yang melahirkan jiwa-jiwa. Dia menganugerahkan kebijaksanaan pada kebijaksanaan, kemurnian pada kemurnian. Dia adalah tikar sembahyang bagi jiwa orang-orang suci. Setiap atom di tubuhku berlompatan sambil menangis dan berkata: “Terpujilah Tuhan.”
Apapun juga yang mereka katakan atau pikirkan, aku tetap ada di dalam Kau, karena aku adalah Kau. Tak seorang pun dapat memahami hal ini, sampai ia mampu melampaui pikirannya.
Jika kau dapat bertemu dengan Jatidirimu meski hanya sekali, maka rahasia dari segala rahasia akan terbuka bagimu. Wajah dari Yang Maha Tersembunyi, yang ada di luar alam semesta ini, akan nampak pada cermin persepsimu.
Setiap penglihatan tentang keindahan akan lenyap. Setiap perkataan yang manis akan memudar. Namun, janganlah kau berputus asa, karena mereka semua datang dari sumber yang sama, dari Keabadian. Masukilah Keabadian itu, maka kau akan melihat segala sesuatu tumbuh dan berkembang, memberi hidup baru dan kegembiraan baru bagimu.
Ayat-ayat Tuhan itu tersimpan di hati langit yang paling rahasia. Suatu hari, seperti hujan, ayat-ayat Tuhan itu akan jatuh dan menyebar, sehingga misteri Keilahian akan tumbuh menghijau di seluruh dunia.
Jika kau berputar mengelilingi matahari, maka kau pun akan menjadi matahari. Jika kau berputar mengelilingi seorang Guru, maka kau pun akan bersatu dengan-Nya. Kau akan menjadi sebutir permata, jika kau menari mengelilingi-Ku. Dan kau akan berkelip seperti emas, jika kau menari mengelilingi-Nya.
Kau hanya memerlukan aroma anggur, karena makrifat akan menyala dengan sendirinya dari kesunyian hatimu setelah mencium aroma anggur itu, seperti juga nyala api akan tersilap dan berkobar dari aroma anggur! Bayangkan jika kau adalah anggur itu sendiri.
Sufi adalah seorang lelaki atau seorang perempuan yang telah patah hati terhadap dunia.
Kekasih, beri aku kesempatan untuk selalu mengetahui bagaimana cara menyambut-Mu, dan sulutkanlah obor di tangan-Mu agar membakar habis rumah ke-ego-an di dalam diriku.
Sembunyikan rahasia-Ku di dalam harta karun jiwamu. Sembunyikan perasaan ekstase itu di dalam dirimu. Jika kau menemukan Aku, maka sembunyikan Aku di dalam hatimu. Sadarilah kemabukan ini sebagai Kebenaran Mutlak!
Ingatlah bahwa Nabi Muhammad pernah berkata: “Satu penglihatan tentang-Nya adalah suatu berkah yang tak terhingga.” Setiap daun dari suatu pohon membawa suatu firman dari dunia yang tak terlihat. Lihatlah, tiap-tiap daun yang jatuh ke tanah sebagai suatu berkah dari-Nya. Segala sesuatu di alam ini senantiasa menari dalam harmoni, bernyanyi tanpa lidah, dan mendengar tanpa telinga, ya, semua itu adalah berkah yang tak terhingga dari-Nya.
Isi aku dengan anggur dari sunyi-Mu, biarkan anggur itu merendam pori-poriku, hingga Keindahan dari Yang Maha Agung akan terungkap bagiku. Inilah arti berkah bagiku!
Jika kau mendefinisikan dan membatasi “Aku” dengan berbagai konsepmu, maka kau akan kelaparan dengan dirimu sendiri. Lalu “Aku” pun akan jatuh ke dalam suatu kotak yang terbuat dari kata-kata, dan kotak itu adalah peti mayatmu sendiri.
Aku tidak tahu siapa sebenarnya “Aku”. Tetapi, ketika aku berjalan ke dalam diriku sendiri, maka aku pun terkejut: ternyata “Aku” adalah suara milik-Mu, gema yang terpantul dari “Dinding-Keilahian”.
Jatidiri kita adalah Cahaya. Cinta-Ilahi adalah Matahari-Keagungan. Sinar-Nya adalah firman. Dan mahluk adalah bayang-bayang-Nya.
Perkecillah dirimu, maka kau akan tumbuh lebih besar dari dunia. Tiadakan dirimu, maka Jatidirimu akan terungkap tanpa kata-kata.
Ketika kami mati, jangan cari pusara kami di bumi. Tetapi, temukan di dalam
hati para pecinta.
Ketika pikiran dilampaui, maka keindahan cinta pun datang menghampiri, berjalan dengan anggun, serta membawa secangkir anggur di tangannya. Ketika cinta dilampaui, maka Yang Maha Esa pun datang menghampiri – Ia adalah Zat yang tak dapat diuraikan dengan kata-kata dan hanya bisa disebut sebagai “Itu”.
Setiap orang yang tinggal jauh dari sumber-Nya, dari Jatidirinya, maka ia akan selalu rindu untuk kembali ke masa ketika ia masih dipersatukan dengan-Nya.
Surga dibuat dari asap hati yang terbakar habis. Dan orang yang diberkahi oleh Tuhan adalah orang yang hatinya telah terbakar habis.
Awan-awan berada dalam keheningan meski penuh dengan berjuta kilat. Cinta akan memberi kelahiran baru bagi para filsuf berkepala batu. Jiwaku adalah ombak di dalam samudera kemuliaan-Mu. Dan di dalam keheningan: alam semesta beserta segala isinya tenggelam di dasar samudera kemuliaan-Mu.
Manusia ibarat suatu pesanggrahan. Setiap pagi selalu saja ada tamu baru yang datang: kegembiraan, kesedihan, ataupun keburukan; lalu kesadaran sesaat datang sebagai suatu pengunjung yang tak diduga. Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua hanya membawa dukacita. Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua dengan kasar menyapu dan mengosongkan isi rumahmu. Perlakukan setiap tamu dengan hormat, sebab mereka semua mungkin adalah para utusan Tuhan yang akan mengisi rumahmu dengan beberapa kesenangan baru. Jika kau bertemu dengan pikiran yang gelap, atau kedengkian, atau beberapa prasangka yang memalukan, maka tertawalah bersama mereka dan undanglah mereka masuk ke dalam rumahmu. Berterimakasihlah untuk setiap tamu yang datang ke rumahmu, sebab mereka telah dikirim oleh-Nya sebagai pemandumu.
Saat kau datang ke dunia ini, suatu tangga telah ditempatkan di depanmu, dan tangga itu akan mengantarmu kepada-Nya. Dari bumi ini, kau pun naik menjadi tumbuhan. Dari tumbuhan kau pun naik menjadi hewan. Setelah itu kau pun naik menjadi manusia – mahluk yang mewarisi pengetahuan melalui akal dan iman.
Ketika pikiran dilampaui, maka keindahan cinta pun datang menghampiri, berjalan dengan anggun, serta membawa secangkir anggur di tangannya. Ketika cinta dilampaui, maka Yang Maha Esa pun datang menghampiri – Ia adalah Zat yang tak dapat diuraikan dengan kata-kata dan hanya bisa disebut sebagai “Itu”.
Setiap orang yang tinggal jauh dari sumber-Nya, dari Jatidirinya, maka ia akan selalu rindu untuk kembali ke masa ketika ia masih dipersatukan dengan-Nya.
Surga dibuat dari asap hati yang terbakar habis. Dan orang yang diberkahi oleh Tuhan adalah orang yang hatinya telah terbakar habis.
Awan-awan berada dalam keheningan meski penuh dengan berjuta kilat. Cinta akan memberi kelahiran baru bagi para filsuf berkepala batu. Jiwaku adalah ombak di dalam samudera kemuliaan-Mu. Dan di dalam keheningan: alam semesta beserta segala isinya tenggelam di dasar samudera kemuliaan-Mu.
Manusia ibarat suatu pesanggrahan. Setiap pagi selalu saja ada tamu baru yang datang: kegembiraan, kesedihan, ataupun keburukan; lalu kesadaran sesaat datang sebagai suatu pengunjung yang tak diduga. Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua hanya membawa dukacita. Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua dengan kasar menyapu dan mengosongkan isi rumahmu. Perlakukan setiap tamu dengan hormat, sebab mereka semua mungkin adalah para utusan Tuhan yang akan mengisi rumahmu dengan beberapa kesenangan baru. Jika kau bertemu dengan pikiran yang gelap, atau kedengkian, atau beberapa prasangka yang memalukan, maka tertawalah bersama mereka dan undanglah mereka masuk ke dalam rumahmu. Berterimakasihlah untuk setiap tamu yang datang ke rumahmu, sebab mereka telah dikirim oleh-Nya sebagai pemandumu.
Saat kau datang ke dunia ini, suatu tangga telah ditempatkan di depanmu, dan tangga itu akan mengantarmu kepada-Nya. Dari bumi ini, kau pun naik menjadi tumbuhan. Dari tumbuhan kau pun naik menjadi hewan. Setelah itu kau pun naik menjadi manusia – mahluk yang mewarisi pengetahuan melalui akal dan iman.
Lihatlah, tubuhmu merupakan turunan dari debu, tetapi bagaimana bisa tubuhmu
menjadi begitu sempurna? Lalu, mengapa kau takut dengan kematian? Ketika kau
berhasil melampaui bentuk manusia ini, maka tak diragukan lagi kau akan menjadi
malaikat dan membumbung melampaui lapisan-lapisan langit tertinggi.
Tetapi,
janganlah berhenti di sana, bahkan badan surgawimu itu akan tetap tumbuh menjadi
tua, lampaui lagi surga itu dan melompatlah ke dalam “Samudera Kesadaran Yang
Maha Luas”. Biarkan dirimu – yang bagaikan setetes air itu – menjelma menjadi
seratus samudera.
Tetapi, jangan berpikir bahwa hanya setetes air itulah yang
telah menjelma menjadi samudera, sebab samudera juga telah menjelma menjadi
setetes air.
Sssttt! Diamlah! Dengarkan suara dalam dirimu. Ingatlah firman pertama-Nya: “Kita melampaui setiap kata.”
blogpekick.blogspot.com
4/23/2017 11:17:00 am
New Google SEO
Bandung, IndonesiaSssttt! Diamlah! Dengarkan suara dalam dirimu. Ingatlah firman pertama-Nya: “Kita melampaui setiap kata.”
wipe your tears
I do not want you to cry anymore dear
Be assured of the heart
I will not choose to leave you
All the time together
Can not dismiss reality
We differ in beliefs
But you're the one I want from everything
Every time I just call you
I'm sure you understand
I do not want to let my heart go
That has one for you
My dear listen to me
I can not take you off
I keep you love me
And all your tears mean in my life
Bring my love with you
Because I remain mine forever
And marry me
Be happy until the deadline is not stopped
I just want you to be my wife
For you one love hearted
By: Kahlil Gibran
Hapus air matamu
Aku tak ingin kau menangis lagi sayang
Yakin kan hati
Diriku tak akan memilih meninggalkanmu
Sekian waktu bersama
Tak bisa menepis kenyataan
Kita berbeda jalani keyakinan
Tapi kau yang kuinginkan dari segalanya
Setiap rinduku hanya memanggilmu
Ku yakin kau pun mengerti
Ku tak ingin menanggalkan hati
Yang telah satu untuk dirimu
Sayangku dengarkan aku
Tak mungkin ku melepasmu
Kan ku pertahankan Kau cinta aku
Dan semua air matamu kan berarti dihidupku
Bawalah cintaku bersamamu
Karena ku tetap miliku selamanya
Dan menikahlah denganku
Bahagialah sampai batas waktu tak terhenti
Ku hanya ingin kau jadi istriku
untukmu satu cinta dihati
Aku tak ingin kau menangis lagi sayang
Yakin kan hati
Diriku tak akan memilih meninggalkanmu
Sekian waktu bersama
Tak bisa menepis kenyataan
Kita berbeda jalani keyakinan
Tapi kau yang kuinginkan dari segalanya
Setiap rinduku hanya memanggilmu
Ku yakin kau pun mengerti
Ku tak ingin menanggalkan hati
Yang telah satu untuk dirimu
Sayangku dengarkan aku
Tak mungkin ku melepasmu
Kan ku pertahankan Kau cinta aku
Dan semua air matamu kan berarti dihidupku
Bawalah cintaku bersamamu
Karena ku tetap miliku selamanya
Dan menikahlah denganku
Bahagialah sampai batas waktu tak terhenti
Ku hanya ingin kau jadi istriku
untukmu satu cinta dihati
===========================Kahlil Gibran=============================
blogpekick.blogspot.com
4/23/2017 11:07:00 am
New Google SEO
Bandung, Indonesia
PUISI
HATI
Tersenyumlah saat Kau mengingat ku
karna saat itu aku sangaaat.... merindukan mu
Dan menangislah saat Kau merindukan ku
karna saat itu aku tak berada di samping mu
...
Tetapi pejamkanlah mata indahmu itu,
karna saat itu aku akan terasa ada di dekatmu..
Karna aku telah berada di hatimu untuk selamanya...
...
Tak ada yang tersisa lagi untukku
Selain kenangan-kenangan INDAH bersamamu
MATA INDAH yang dengannya aku biasa melihat Keindahan CINTA
MATA INDAH yang dahulu adalah milikku....
Kini semuanya terasa jauh meninggalkanku...
...
Kehidupan terasa kosong tanpa Kindahanmu ...
Hati , Cinta , dan Rinduku adalah milikmu...
Cintamu tagkkan pernah membebaskanku
Bagaimana mungkin aku terbang mencari Cinta yang lain ???
Saat sayap-sayap ku telah patah karenamu...
Cintamu akan tetap tinggal bersamaku..
Hingga AKHIR HAYAT KU dan SETELAH KEMATIAN..
Hingga tangan tuhan akan menyatukan kita lagi..
...
Betapapun hati telah terpikat pada sosok TERANG dalam KEGELAPAN
yang tengah menghidupkan Sinar hidupku namun.. tagk dapat menyinari...
dan Menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya..
Aku tidak pernah bisa menemukan Cinta yang lain selain Cintamu...
Karena mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku...
Kau tak kan pernah terganti...
Bagai pecahan logam ..
MENGEKALKAN KESUNYIAN, KESENDIRIAN , dan KESEDIHAN ku
Kini aku telah Kehilanganmu...
============================Kahlil Gibran================================
blogpekick.blogspot.com
4/23/2017 11:05:00 am
New Google SEO
Bandung, Indonesia
