How can you love me, whereas you do not know where my purpose and
direction.
How can you love me, while you do not understand any my pace.
How can you love me, while you have not ever understand my thoughts.
How can you love me, whereas you do not know about what my dream.
How can you love me, while you do not receive any flaws in me.
Your love to me is like a cold night hitting bone.
Your love to me like a fog that meet in the morning.
Your love to me like a blazing sun that burns the skin.
Your love to me is like the time is always changing.
Your love to me as the difference of the season do not know for sure.
What can me say more about your love?
What can my reveal more about your heart?
Should I ask and always ask you?
Should I follow your wish?
If a question does not get a reply, maybe silence also won't solve
anything.
I know, love unites two hearts, uniting each difference brings together a
pair of mind, then stepped together in one desire.
What that is love if different even opposed each other in the search for
victory themselves. Budge any time wasted, because words are always recurring
emotions and be heart burn.
Truly your love could no longer my taste.
Really caresses of fingers your heart could no longer touch the walls of my
heart.
The fire has been extinguished my love as my eyes shut.
My mind was chained, chained freeze anxiety.
Behind the chill wind this evening I want to pass on to you.
And in the longer my wish to speak this evening too you.
Witness's silence, darkness and silence, my heart wanted to speak out the
words: "goodbye for your love".
No more fighting.
There is no need to dispute.
No longer need each other looking for victory.
Suffice it already, all had enough for the day yesterday.
Step up and walk you to welcome tomorrow.
Keep smiling and look forward to what you see.
Without me, you are still able to pass through the turnaround time.
My prayer for you o figure ever to fill up my days, fill my heart, may you
assigned the happiness of a pen your love future time until you can grab the
imagination and fantasy you've ever craved.
Text in Indonesian ->http://fiksiana.kompasiana.com/pekick/tentang-cintamu_592208631d23bdb7335e6fdd
Hal yang terberat dalam menjalin dan menjalani sebuah hubungan adalah
melupakan sebuah peristiwa tentang masa-masa bahagia maupun masa-masa
sedih bersama sang kekasih hati, yang mana peristiwa itu berbentuk
dalam sebuah kenangan kemudian menghadirkannya dalam sebuah ingatan .
Ketika
sedang menyendiri, terkadang kita teringat akan sebuah kenangan,
seperti nampaklah wajah sang kekasih ataupun seseorang yang dulu pernah
hadir mengisi relung hati dan melewati hari-hari dengan canda tawa
maupun isak tangis. Kita dapat merasakan sebuah kenangan itu kembali
hadir dalam ingatan kita, yang dapat membuat kita tersenyum-senyum
sendiri bahkan dapat membuat kita tertegun dan merenung atas
kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan kepada sang kekasih hati.
Memang
sulit untuk melupakan atau menghapusnya. Disaat kita sudah mulai
melupakannya atau untuk tidak mengingatnya lagi, datanglah seseorang
yang tiba-tiba menyebut nama seseorang yang dulu pernah menjadi kekasih
kita lalu kemudian menanyakan tentang kabarnya. Disaat itu kita hanya
mampu melemparkan sebuah senyuman kepadanya dan menjawab pertanyaannya
dengan nada lembut seolah-olah kita tahu tentang kabarnya dia.
Namun
tanpa kita sadari, ingatan kita telah kembali dan memikirkannya,
terkenang akan peristiwa atau halusinasi disaat kita masih bersamanya.
Dari pertanyaan orang tersebut, kita juga tidak menyadari bahwasanya
ekspresi dari raut wajah dan sikap kita pun menjadi sedikit berubah
karenanya. Mungkin kita dapat berbohong dengan sebuah ucapan, namun kita
tidak dapat membohongi hati dan pikiran apalagi menipunya dengan sebuah
ekspresi bahasa tubuh.
Semakin kita mencoba melupakan sebuah
kenangan tentang seseorang, maka semakin teringatlah kita kepadanya,
semakin ingin kita menghapusnya, maka semakin nampak jelaslah kenangan
itu akan selalu membayangi kita bahkan dapat hadir disaat kita telah
memejamkan mata dan tertidur lelap. Hati pun menjadi gelisah dan pikiran
tak menentu dikala kita telah terbangun/tersadar dari alam mimpi.
Tak
jarang seseorang yang telah memiliki kekasih baru pun dapat teringat
akan sebuah kenangan bersama sang kekasih lamanya. Dimana kenangan itu
dapat tercipta dari suatu tempat, jalan atau disebuah kendaraan seperti
halnya melewati tempat-tempat yang dulu pernah dilewatinya bersama sang
kekasih lamanya. Berkunjung kesuatu tempat yang dulu pernah kita
kunjungi bersamanya. Menaiki sebuah kendaraan dimana kekasih baru kita
melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh kekasih dahulu kita
dengan bersandar dibahu kita.
Kemiripan wajah dan kemiripan
sifat dan sikap pun dapat mengingatkan kita dengan sang kekasih atau pun
seseorang yang pernah kita kenal sehingga dapat membangkitkan ingatan
kita akan sebuah kenangan, sehingga kita dapat mengucapkan sebuah kata
kepada orang yang kita lihat tersebut : “wajah kamu mirip dengan
seseorang yang dulu pernah hadir kemudian mengisi hati dan hari-hari
saya” ataupun “sifat dan sikap kamu mengingatkan saya kepada kekasih
saya yang dulu, dari perhatian kamu ke aku, cara bicara kamu,
tersenyumnya kamu, dan sikap kamu yang baik ke aku dan ke ibu aku”. Dari
hal itulah sebuah ingatan tentang seseorang akan dapat menghadirkan
rasa senang maupun sedih didalam hati dan pikiran kita.
Sebuah
kenangan itu harus kita jadikan sebagai sebuah pengalaman serta
pembelajaran untuk diri sendiri, agar nantinya kita tidak melakukan
sebuah kesalahan lagi apabila kenangan yang itu mengisahkan sebuah
kesedihan. Mungkin kita tidak dapat menghapuskan sebuah kenangan dimasa
lalu, akan tetapi kita dapat merangkai sebuah masa depan karena
hadirnya kenangan dimasa lalu.
Cinta Bukanlah Sebuah Persyaratan Dan Bukan Pula Sebuah Ke Egoisan
Ketika rasa itu pergi, aku tak bisa berbuat apa-apa. Ketika rasa itu
pergi, aku tak mungkin menyalahkan keadaan. Ketika rasa itu pergi,
menjauh pun aku merasa bersalah. Ketika rasa itu pergi, aku terdiam dan
terbelenggu oleh kenangan.
Bagaimana rasa itu bisa pergi tanpa kata? Bagaimana rasa itu bisa menutupi jarak dari sebuah pandangan ?
Bagaimana rasa itu menyelimuti hati dengan tabir kepalsuan?
Bagaimana rasa itu tak lagi mengindahkan arti peduli ?
Mungkin kecewa yang mengurung dan membelenggu nurani
Ohh tuhan apa yang harus ku lakukan ?
Ohh tuhan apa yang harus ku perbuat ?
Ada segores luka tapi tak membekas
Ada rasa perih tapi tak nampak
Ketulusan menjadi tabu berubah menjadi benci
Menyimpan kepedihan membenamkan angan dan khayalan
Jika lidah dapat berucap lain kemudian mendustakan kata hati
Jika manisnya senyum mampu menipu mata hati
Jika gerak menjadi diam, jika keramaian serasa sepi.
Mengapa harus membohongi diri ?
Mengapa
lidah, mengapa senyuman, mengapa sikap mampu melawan hati kemudian
membohonginya ?
Tidak kah otak selalu mengikuti tentang rasa yang tersimpan oleh hati ? Tiada kata yang dapat terucap disaat begini.
Tidak kah otak selalu mengikuti tentang rasa yang tersimpan oleh hati ? Tiada kata yang dapat terucap disaat begini.
Mungkin itulah petikan bait-bait syair yang mengungkapkan sebuah perasaan seseorang apabila sedang dilanda kebimbangan atau kekecewaan yang disebabkan karena cinta.
Jika seseorang telah merasakan kecewa
karena sebuah penghianatan cinta, orang tersebut dapat menjelma
bagaikan sang penyair yang melantunkan tiap-tiap bait dengan penuh rasa
kesedihan agar penghuni alam ini beserta isinya dapat mendengarkan
nada-nada pilunya.
Cinta memang tidak mengenal batasan maupun usia, cinta itu ibarat lambang dari setiap diri seseorang, karena cinta mampu membuat orang yang lemah menjadi seorang yang kuat dan kesatria, dan karena cinta jualah yang dapat menjadikan para orang-orang yang kuat dan tangguh bisa menjadi lemah dan tidak berdaya.
Dalam sebuah hubungan, cinta dan kasih sayang itu bagaikan satu bongkahan batu karang yang kokoh dari kuatnya hantaman deburan ombak, bagaikan malam yang bertemankan rembulan dan bintang-bintang, sebuah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Apabila dari salah satu sang pencinta telah pergi, namun perasaan sayang mereka tetap tersimpan dihati dan benak mereka.
Jika ada dua hati yang saling mencintai dan menyayangi, kemudian salah satu dari mereka memberikan sebuah pertanyaan:“apakah kamu akan selalu bisa membahagiakan aku dan selalu membuat aku tersenyum bahkan tertawa ?”,hal itu bukanlah lagi perkataan dari sebuah cinta, karena cinta tidak memberikan sebuah persyaratan melainkan sebuah perjuangan yang dilalui bersama-sama didalam suka maupun duka.

